Postingan

Menampilkan postingan dengan label sampahkutanggungjawabku

Carbon Footprint dan Urban Homesteading

Gambar
Tema tulisan kali ini, sangat menarik. Kok menarik sih mb cha, itu mah bikin pusing! Hahaha. Iya ya? Menarik, terutama bagi saya yang menulis. Coba lihat aja judulnya. Perlu buka banyak referensi tulisan bahkan buat tau apa arti judul temanya doang. Keliatan kan, dari banyaknya sumber yang saya tulis. 😁😁😁 Terus nanti diakhir tulisan, bengong. Iya. Bengong. Lebih tepatnya mungkin diungkapkan pake basa jawa : deleg-deleg. Yaudah, yuk mari kita bahas. Apa itu Carbon FootPrint?  Carbon Footprint ato jejak karbon didefinisikan sebagai total emisi yang disebabkan oleh individu, peristiwa, organisasi atau produk yang dinyatakan sebagai ekuivalen karbon dioksida. Nah, karbon dioksida dari hasil dari aktivitas tersebut meningkatkan kerusakan lapisan ozon yang melindungi kita dari sinar ultraviolet matahari yang berbahaya. Jadi, bisa dibayangkan, semakin tinggi aktivitas kita yang menghasilkan karbon dioksida, semakin kita ikut menyumbangkan kepastian kerusa...

Persen Pengurangan Sisa Konsumsi

Gambar
Ini dia sisa anorganik saya selama saya mengikuti kelas belajar zerowaste. Banyak yaaa. (Tidak termasuk sampah pospak yg langsung dibuang ke landfill. Hiks) Kalo harus menghitung (dalam persen) berapa pengurangan sisa konsumsi saya yang dibuang ke landfill, sebelum dan sesudah kelas, terus terang saya bingung jawabnya. Haha. Karena sebelum kelas saya nggak nimbang dan foto sisa konsumsi saya. Jadi, nilai-nilai dibawah ini saya hitung berdasarkan ingatan kebiasaan saya belanja.  Saya melakukan dasar 3AH yang diajarkan guru saya, mb DK Wardhani, yaitu : CEGAH, PILAH, OLAH. Lebih banyak melakukan bagian cegah. Paling runyam bagian olah. Hahaha. Tetep yaa. 1. Sisa organik sebelum masuk kelas bzw, saya udah mulai komposting dengan jugangan tanah. Jadi, pengurangan bisa dibilang 0%.  2. Sisa anorganik a. Plastik (kiloan), cling wrap dan kresek dll, ini berkurang buanyakkk dibandingkan dengan sebelum kelas zw.  Sebelum kelas kalo belanj...

KOMPOSTER GERABAH

Gambar
"Mba cha, nulis tentang komposter nya dong. Kapan itu saya liat foto mba nanem2 (sampah/sisa organik)". Wokelah. Yuk ditulis. (Sekalian buat PR yak) 😆😆😆 Ya kan one for all. (Dikira three musketeeeerrrr) Oke. Sebenernya, sebelum aku bikin komposter, aku udah komposting dengan cara langsung kubur di tanah. (Ini gambar sisa organik calon dikubur). Hasilnya bagus, minna saaan.. terbukti dengan rumput2 sekitar jugangan menghijau dikala rumput2 diarea lain mengering karena memang musim kering. 😁 Waktu saya mulai belajar zerowaste, liat postingan mba2 zw, kok ada ada yang bikin komposter taruh di dapur? Waw. Menarik. Apa gak ada "hewan" nya (cacing, uget2, dll) 😆 Eeeeh, kemudian masuk kelas #bzwbatch2 ada tuh bahasan komposter. Asiiik. (Niat) Mau bikin. Apa itu komposter? Komposter (rumah tangga) adalah prasarana yang digunakan untuk mengolah sisa organik menjadi kompos. Terus, ada komposter ada berapa macem? Secara luas komposter...

Food Waste dan Nasib Bumi

Gambar
“Around a third of all food produced for human consumption is lost or wasted from the farm to the fork.” Heh? Mosok sih? Sampe gt. Iya.. jadi, menurut olleco.co.uk begituu. Sekitar 1/3 bahan pangan buat konsumsi manusia itu hilang ato terbuang percuma dari ladang sampe ke piring masing2.  Uwaw. Sedih banget nggak sih? Hmm.. masih belum seberapa.. coba liat data bahwa "Indonesia adalah penghasil food waste terbesar kedua di dunia" menurut jakartaglobe.id 😨😨😨😨😨 Kok bisa? Ya bisaa..  Fakta bahwa Indonesia adalah terbesar kedua, sama ironisnya dengan masih sangat banyaknya (hingga mencapai jutaan orang) menderita malnutrisi. Berdasarkan pada Economist Intelegent Unit (EIU), Indonesia merupakan food waster nomer 2 terbesar di dunia, dengan rata2 mencapai 300kg makanan per orang per tahun. Bersanding dengan Saudi Arabia dan Amerika Serikat. Tingginya rata2 food loss di Indonesia, oleh pakar energi diperkirakan disebabkan infrastruktur yg tidak memadai...

FOOD PREP bagi (saya yang) pemalas

Gambar
Ah, aku nulis tema kekinian nih. Food prep ato meal prep. Latah? Mmmmmmmmmm... ga sih ya.. ini gegara aku janji ama mas teguh posting cara nyimpen potongan sisa nanas. Absurd banget nggak sih? Oke. Banyak pasti yg udah tau apa itu food prep yak. Tapii bagi yg belom tau, Food prep ato kependekan dari food preparation adalah cara menyiapkan bahan makanan untuk siap dimakan ato siap dimasak. Gitu aja sih. Kalo aku, lebih banyak food prep ini disiapin untuk smoothie (vegan rawfood). Alasan nya sih biar mudah. Kalo laper, tinggal ambil 1 jar, tuang ke blender, tuang lagi ke gelasnya, kemudian... sluruuuuuppp. Kelaarr. Less stress more life. Hahaha Food prep ini ampuh banget diaplikasikan sehari2 oleh orang2 yg sibuk tapi tetep pengen asup banyak alkaline food atoo yg pemalas kayak aku. Hihihi. Ku males banget, itu udah trade mark kek nya. Makin praktis, makin kucintai. Ahahaha. Banyak yg nanya ya soal food/meal prep ini : * tahan berapa hari m...

Kemana Perginya Sampah Kita

Gambar
Minna saaaan, berapa banyak sampah yang dihasilkan per hari di  daerahmu? Yang tinggal di jogja, berapa sih kira-kira sampah yang terkumpul setiap  harinya? 1 kg? 100 kg? 1 ton? Yak.. salah semua. Yang betul... 220 ton.  Whaattt?? Iya, 220 ton. Sungguhan... Data ini ada di catatan BLH  DIY taun 2014. Dan jumlah itu akan naik sekitar 15 sampai 20%  mencapai 240 ton ketika musim liburan tiba. Tambah miris?  Kalo minna san habis buang sampah ditempat sampah, atooo  bahkan dipinggir kali, ato dijalan gitu aja kemudian diangkut  petugas kebersihan, masalah soal sampah selesai nggak? Selesai dooong, kan nggak keliatan lagi. Salah!  Sebagai ilustrasi, sampah yang dibuang di Eropa, dan juga berlaku  di seluruh dunia, menurut ecidyger.com, pada umumnya akan  berakhir di 4 tempat, yaitu: 1. Tempat pembuangan sampah umum (landfills) 2. Tempat pembakaran (Incenerators) 3. Composting 4. Daur ulang (R...